Taro-taroi alemu siri’, Narekko de’ siri’mu, inrekko.
Lengkapilah dirimu dengan harga diri, jika tak ada harga dirimu, pinjamlah!
Nasehat berbahasa bugis ini sepertinya harus dicamkan baik-baik oleh para remaja Indonesia. Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pra nikah. Beberapa wilayah lain di Indonesia, seks pra nikah juga dilakukan beberapa remaja. Misalnya saja di Surabaya tercatat 54 persen, di Bandung 47 persen, dan 52 persen di Medan, rata-rata setengah dari jumlah remaja remaja terjerumus kedalam masalah ini.Bayangkan berapa jumlah anak-anak Indonesia yang kehilangan harga diri, jumlah remaja (15-19 tahun) di Indonesia mencapai 43 juta jiwa, tinggal dikalikan saja dengan persentasenya.