Kamis, 24 Maret 2011

Pengamat: Mau Kudeta Pakai Apa?



Pengamat militer Propatria, Harry Prihartono, menilai isu penggulingan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disebut-sebut digalang sejumlah jenderal purnawirawan TNI bisa jadi hanya dijadikan sebagai alat tawar- menawar politik. Menurut dia, isu itu kemungkinan dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk menunjukkan kekuatannya demi meraih bagian dari kekuasaan. Seperti dilansir Al Jazeera, berbagai peristiwa penyerangan terhadap kaum minoritas di Tanah Air adalah bagian dari

Anggota DPR: Kudeta SBY Hanya Dongeng



Anggota Komisi I DPR, Salim Mengga, meragukan kabar upaya penggulingan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disebutkan ingin dilakukan oleh sejumlah purnawirawan TNI. Bahkan, dia menilai bahwa penggulingan Presiden oleh purnawirawan merupakan hal yang mustahil.

Sebelumnya, Al-Jazeera melaporkan adanya sejumlah jenderal purnawirawan yang secara diam-diam mendukung kelompok Islam garis keras untuk memicu kekerasan antarumat beragama. Hal ini bagian dari rencana menggulingkan Presiden.

Purnawirawan Kecewa pada SBY, tetapi..



Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, para jenderal purnawirawan TNI memang merasakan kekecewaan terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu terungkap dalam pertemuan para purnawirawan yang sering berkumpul di rumah mantan Komandan Satuan 81 Kopassus/Detasemen 81 Antiteror TNI Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.


Jumat, 11 Maret 2011

Corruption Allegations Against Yudhoyono



SELAIN The Age, koran Australia lainnya Sydney Morning Herald, juga menulis berita tuduhan korupsi terhadap Presiden SBY dengan judulCorruption allegations against Yudhoyono. Berita yang bersumber dari bocoran WikiLeaks itu ditampilkan di halaman utama. Berikut kutipan beritanya.

KABEL diplomatik rahasia AS telah menyebutkan bahwa Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, dengan tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, merusak reputasi internasionalnya sebagai sosok reformis dan politikus bersih. 

Rabu, 09 Maret 2011

Tak Jadi Mengeluarkan Golkar, Gelar “Si Raja Sambal” Semakin Pasti


Hari ini (8/3) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, setelah pertemuan empat mata antara SBY dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, diumumkan bahwa SBY batal mengeluarkan Golkar dari koalisi.

Dengan demikian analisa saya yang mengatakan bahwa SBY yang balik digertak Golkar, akan ciut nyalinya, dan akan dengan muka tebal melupakan ancamannya serta menjilat ludahnya kembali (untuk mengeluarkan Golkar dari koalisi) adalah benar.

Koalisi di Indonesia Aneh


Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, mengatakan, koalisi antarpartai masih sangat labil karena beberapa partai bisa mengubah sikap sesuai isu dan kepentingan. Kondisi itu memunculkan ketidakpastian politik yang membuat pemerintah sulit mengambil keputusan strategis dengan cepat dan tegas.

Menurut dia, sistem koalisi yang tercipta pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini merupakan anomali atau keanehan politik. Dalam fatsun politik umum, dukungan partai-partai koalisi tak hanya berlangsung di kabinet, melainkan juga dalam parlemen.

Senin, 07 Maret 2011

Janji Pemerintah dan Harapan Rakyat



Menteri berganti menteri, program berganti program. Namun tetap banyak masyarakat kurang mendapat manfaatnya. Yang ada cuma menyisakan berbagai persoalan.

Permasalahan itu di antaranya transportasi yang buruk, kemacetan tak berkepanjangan, sekolah rusak, pendidikan yang selalu terpinggirkan, gagal panen dan banyak lagi persoalan lain.

Jadi untuk siapa jabatan menteri itu? Jika tak ada aral melintang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan pergantian menteri meski baru dua tahun bekerja. Apapun itu, semua tentu berharap menteri yang baru memberi manfaat buat rakyat


( disadur dari : liputan6.com )

Minggu, 06 Maret 2011

SBY Bimbang dan Bingung



Terkait rencana perombakan partai koalisi pemerintah, lambannya upaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menciptakan ketidakpastian di kalangan partai politik pendukung.

Karena itu, banyak kalangan menyimpulkan bahwa RI 1 sedang bingung menyusun formasi koalisi pemerintahannya. 

Sabtu, 05 Maret 2011

Demokrat Dukung Prabowo Jadi Menteri Pertanian



Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok mengatakan, PD menginginkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertanian (Mentan) RI.

Pembicaraan soal keinginan tersebut memang belum diutarakan kepada Susilo bambang Yudhoyono (SBY). "Atmosfer pembicaraan di internal PD kan begitu. Itu keinginan kami," ujar Mubarok, Sabtu (5/3), di Jakarta. 

30 Tahun Menikah Belum Lihat Wajah Istri



Pernikahan itu terjalin selama tiga dekade. Anehnya, sang suami sama sekali belum pernah melihat wajah istrinya. Hanya mata yang bisa dipandang selama hidup bersama.

Sepanjang hidupnya, sang istri selalu mengenakan burka, busana tertutup bagi wanita muslim yang hanya memperlihatkan area mata. Bahkan, tidur pun mengenakan busana itu.