Minggu, 13 Februari 2011

Sukses Mesir Menguatkan Aksi Protes di Yaman



Kegembiraan rakyat Mesir setelah Presiden Hosni Mubarak mundur ternyata menguatkan rakyat di negara tetangga untuk berbuat serupa. Di Yaman, misalnya. Para aktivis di negara Timur Tengah itu kembali bentrok dengan pasukan keamanan setelah mereka ikut bergembira merayakan turunnya Mubarak.

Stasiun berita Voice of America melaporkan, ribuan warga Yaman, yang sebagian besar adalah kaum muda, sengaja menginap di jalanan Ibukota Sana'a pada Jumat malam. Sabtunya, mereka kompak berunjuk rasa untuk mengungkapkan kegembiraan mereka atas keberhasilan rakyat Mesir menggusur Mubarak. 

Pemuda Mengamuk, Aljazair dan Tunisia Rusuh



Kerusuhan melanda Aljazair dan Tunisia sejak pekan lalu dan telah menimbulkan korban jiwa. Kericuhan di dua negara Afrika Utara ini dipicu oleh ketidakpuasan kaum muda atas tingginya harga bahan pokok dan tingkat pengangguran.

Menurut laman berita Magharebia, Minggu 9 Januari 2011 waktu setempat, kerusuhan itu menewaskan sedikitnya 14 orang di Tunisia dan tiga lainnya di Aljazair. Bagi rakyat Aljazair, ini merupakan demonstrasi terbesar dalam 20 tahun terakhir. 

Kemarin Mesir, Kini Aljazair



Sekitar seribu orang anti Presiden Abdelaziz Bouteflika berdemonstrasi di ibukota Aljazair, Aljir, Sabtu 12 Februari 2011. Demonstrasi itu berlangsung sehari setelah rakyat negara tetangga mereka, Mesir, merayakan mundurnya Presiden Housni Mubarak.

Menurut harian The New York Times, para demonstran di Lapangan 1 Mei kompak berteriak, "Bouteflika mundur!" Berkuasa sejak 1999, Bouteflika dituding kalangan oposisi selalu memanipulasi hasil pemilu agar terus berkuasa. 

Ini Perbandingan Harga BBM di Beberapa Negara Asia


Pertamina mengklaim harga jual BBM di Indonesia masih yang termurah se-Asia. Terutama BBM jenis solar dan premium. Demikian disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero), Djaelani Sutomo, saat ditemui di Jakarta, Jumat (11/2).

Harga Premium kemungkinan Naik, Sementara Pertamax Di Subsidi



JAKARTA--Batas pengkajian opsi pemabatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menyisakan waktu dua minggu lagi. Nantinya, akan ada tiga opsi terbaik yang akan dipilih. 

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Pengkajian Pembatasan BBM, Anggito Abimanyu, dalam diskusi bertajuk "Mengupas Tuntas Masalah Capping Tarif Listrik" di Jakarta, Rabu (9/2).

Max Moein Sebut Mega Tahu Soal Aliran Dana




Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk segera memanggil Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam perkara suap pemilihan Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI). Mantan presiden ini dianggap tahu soal aliran dana yang sampai ke partainya.

"Ya pasti tahu lah," ungkap Max Moein.

ICW Desak KPK Tindak Lanjuti Dugaan Nurdin Halid Terima Rp 500 Juta



Dalam sidang, Hamka Yandhu yang tersangkut kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI (DGS BI) pernah menyebut Nurdin Halid menerima cash Rp 500 juta. Indonesia Corruption Watch (ICW) pun meminta agar dugaan ini ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, terdakwa Hamka Yandhu sempat mengatakan pernah menyetor uang Rp 500 juta ke Nurdin Halid. Tapi sekarang hilang begitu saja," kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho.

Sabtu, 12 Februari 2011

Eksekutif Google Pengobar Revolusi 2.0


 Keberhasilan masyarakat Mesir menjungkalkan pemimpin diktator yang telah berkuasa selama 30 tahun, Hosni Mubarak, bisa dikatakan sebagai buah kemenangan media sosial.
Aksi jalanan yang kini mengubah peta perpolitikan global di Timur Tengah itu, sedikit banyak tak bisa dilepaskan dengan gerakan yang dirintis melalui dunia maya, termasuk melalui Facebook. 

Dua Pemuda Pahlawan Revolusi Mesir


Pergolakan di Mesir mencatat sejarah baru bagi negara tersebut, yaitu munculnya tokoh-tokoh muda. Mereka menjadi inspirasi bagi rakyat untuk tetap turun ke jalan dalam hampir tiga pekan terakhir untuk menuntut mundur Presiden Hosni Mubarak, meski sempat disabotase pemerintah lewat pemblokiran saluran internet dan ponsel serta diteror milisi preman pro Mubarak.  

Tokoh-tokoh baru itu bukanlah mereka yang sudah terkenal, seperti Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi populer yang keberadaannya dilarang oleh rezim Mubarak, dan bukan pula Mohamed ElBaradei - peraih Nobel Perdamaian yang malang melintang di luar negeri semasa aktif memimpin lembaga pengawas nuklir PBB. 

AS Bandingkan Transisi Mubarak dan Soeharto



Amerika Serikat membandingkan tumbangnya rezim Hosni Mubarak Jumat, 11 Februari 2011 dengan kejatuhan Soeharto 1998 lalu. Sebelumnya, Gedung Putih memang telah meramalkan bagaimana hasil akhir pergolakan di Mesir.